EnglishIndonesian

Area Bisnis Sudirman

Area Bisnis Sudirman

Dengan jumlah penduduk berkisar 10.557.810 jiwa (BPS, DKI Jakarta dalam Angka 2020), Jakarta tergolong kota megapolitan yang tumbuh dengan setidaknya 7 (tujuh) fungsi perkotaan yang melekat, seperti fungsi ibukota pemerintah Republik Indonesia, perdagangan dan jasa, bisnis, pelabuhan, sosial budaya, pendidikan, dan hiburan.

Dengan posisi tersebut, Pemerintah Daerah memiliki rencana pengembangan yang mengoptimalkan fungsi Jakarta sebagai kota Utama di Indonesia. Sebut saja misi Jakarta menjadi kota yang memajukan kesejahteraan umum melalui terciptanya lapangan kerja, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis serta perbaikan pengelolaan tata ruang. Untuk mendukung hal tersebut, sejak tahun 1957 dalam Outline Plan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah disebutkan mengenai KPB atau Kawasan Pusat Bisnis, yang kita kenal dengan Kawasan Segitigas Emas, atau CBD.

Seiring implementasi rencana dan program pembangunan di Jakarta, maka peluang investasi dan potensi bisnis menggeliat dan memiliki pengaruh kuat dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Sebut saja, Jakarta menyumbang 70% dari perputaran uang nasional.

Kawasan perkantoran dan bisnis Jakarta saat ini terkonsentrasi di wilayah CBD, dengan lokasi sekitar jalan MH Thamrin, Rasuna Said, Sudirman dan Gatot Subroto. Salah satu koridor dari CBD adalah Koridor Sudirman, yang dikenal dengan bagian dari Financial District (Poros Sudirman-Thamrin-Kuningan), koridor ini membentang sepanjang 4km,  berada di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Menurut KFMap, saat ini setidaknya terdapat sekitar 60 unit perkantoran di koridor Sudirman, secara umum merupakan 31% dari total gedung perkantoran yang berada di CBD Jakarta.

Keunggulan tersebut tentu saja bukan tanpa sebab, berikut diantaranya yang menjadi faktor penentu keunggulan koridor Sudirman sebagai wilayah Utama sebaran gedung perkantoran,

  1. Akses
    Sebuah kawasan atau area tentunya diharapkan memiliki aksesibilitas yang mudah. Selain bisa menunjang aktivitas, juga bisa menaikkan nilai propertinya. Karena jelas minat beli properti ditentukan pula dari kemudahan akses dan transportasi. Kemudahan akses menjadi keunggulan dan alasan mengapa kawasan ini sangat ideal. Kawasan Sudirman tentunya memiliki faktor  tersebut, akses super mudah dan lokasi sangat strategis yang jadi sebuah keunggulan. Beragam kemudahan moda transportasi yang ada disekitar kawasan ini, mulai dari Transjakarta, commuter line dan MRT yang tersedia untuk memudahkan setiap aktivitas pekerja perkantoran.
  2. Dekat Dengan Pusat Pemerintahan
    Selain dihiasi gedung perkantoran yang eksklusif, kawasan Sudirman juga berada dekat dengan beberapa kantor pemerintahan dan kementerian. Lokasi yang strategis dan dekat ke sejumlah kantor pemerintahan tentu akan menaikkan nilai investasi properti di kawasan ini.
  3. Terhubung Dengan Jalan Protokol Lainnya
    Sebagai salah satu jalan protokol yang besar di Jakarta, maka Sudirman juga terhubung dengan berbagai jalan besar lainnya seperti Thamrin, Kuningan, TB Simatupang, Senayan dan lainnya. Tentu ini juga akan memudahkan mobilitas banyak orang yang berpindah dari satu kawasan bisnis ke kawasan bisnis yang lainnya.
  4. Pembangunan Infrastruktur Transportasi dan Revitalisasi Pedestrian
    Sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada aktivitas perkantoran dan juga dari segi perekonomian. Terealisasinya MRT Jakarta Fase I ini meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, mengurangi waktu perjalanan dan mendongkrak harga properti di sekitarnya. Senior Research Advisor, Syarifah Syaukat menambahkan “keberadaan MRT di Kawasan Sudirman dan sekitarnya menjadi point of advantage atau keunggulan yang menjadikan salah satu pertimbangan sebuah perusahaan dalam memilih lokasi kantor”. Sejalan dengan pembangunan infrastruktur transportasi, revitalisasi pedestrian berikut taman dan fasilitas penyeberangan jalan untuk para pejalan kaki juga memberikan rasa nyaman dan ramah bagi para pejalan kaki, termasuk para pekerja kantoran saat akan naik atau turun dari angkutan umum.
  5. Lokasi Strategis Dilengkapi Dengan Fasilitas Pendukung
    Selain didominasi dengan gedung perkantoran, kawasan Sudirman juga di kelilingi oleh fasilitas atau bangunan pendukung lainnya seperti Apartemen, Mall (Pusat Perbelanjaan), Hotel dan lainnya. Bahkan beberapa perkantoran juga langsung terhubung dengan apartemen dan pusat perbelanjaan. Dengan keberadaan fasilitas hiburan, residensial dan leisure ini merupakan salah satu faktor yang menjadikan Kawasan Sudirman pilihan untuk perusahaan bergengsi memilih lokasi kantor mereka.

 

Sejalan dengan keunggulan tsb, tidak mengherankan jika koridor ini tetap memiliki potensi tingkat hunian yang positif di tengah pandemi. Pertumbuhan positif dari koridor ini diharapkan mampu menularkan semangat menggeliatnya kembali perekonomian Jakarta, dan nasional ke depan.

Penulis : Miranti Paramita

Sumber :

Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Dalam Angka 2020

https://finance.detik.com/

https://ppid.jakarta.go.id/

https://blog.spacestock.com/

https://id.wikipedia.org/

https://www.99.co/

https://blog.spacestock.com/

https://properti.kompas.com

https://finance.detik.com/

 

Get in touch

872 Arch Ave.
Chaska, Palo Alto, CA 55318
hello@example.com
ph: +1.123.434.965

Work inquiries

jobs@example.com
ph: +1.321.989.645